Nganjuk- Senin, 24 Agustus 2026, Bhabinkamtibmas Desa Ngasem, Kecamatan Jatikalen, Aiptu Yoga, melakukan kunjungan kepada seorang ibu yang memanfaatkan lahan sela di sekitar rumah untuk bercocok tanam. Meski memiliki area yang terbatas, lahan tersebut disulap menjadi kebun sayuran produktif dengan menggunakan sistem tanam polybag.
Berbagai jenis sayuran tumbuh subur di lahan sederhana tersebut, mulai dari kubis, terong, hingga cabai. Aiptu Yoga mengaku tertarik melihat cara warga memanfaatkan lahan sempit dengan sarana yang tidak membutuhkan biaya besar, tetapi mampu menghasilkan tanaman yang sehat dan bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut Aiptu Yoga, keberhasilan tanaman tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh luas lahan maupun mahalnya perlengkapan. “Kuncinya ada pada perawatan yang rutin dan waktu yang tepat, terutama saat pengairan, pemberian vitamin, serta pupuk. Kalau dilakukan dengan telaten, lahan sempit pun bisa menghasilkan,” ujarnya.
Ibu yang mengelola tanaman tersebut menjelaskan bahwa media tanam yang digunakan juga cukup sederhana. Tanah diperoleh dari bank sampah dengan berat sekitar lima kilogram per sak, sedangkan harganya berkisar Rp6 ribu hingga Rp10 ribu, tergantung kualitas tanah yang tersedia.
Ia mengaku memilih sistem polybag karena mudah diterapkan dan tidak membutuhkan lahan luas. “Yang penting dirawat setiap hari dan kebutuhan airnya diperhatikan. Kalau tanaman terlihat membutuhkan air atau pupuk, segera kami lakukan perawatan,” ungkapnya.
Aiptu Yoga menilai pola bercocok tanam tersebut layak dikenalkan kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan. “Banyak yang sebenarnya sudah tahu cara menanam sayuran menggunakan polybag, tetapi belum tentu pernah mempraktikkannya. Saya berharap melalui contoh ini, masyarakat semakin tertarik memanfaatkan lahan yang ada daripada dibiarkan kosong,” katanya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi upaya Bhabinkamtibmas untuk mendorong masyarakat agar lebih kreatif memanfaatkan lingkungan sekitar dalam mendukung ketahanan pangan. Aiptu Yoga berharap kebiasaan sederhana seperti menanam sayuran di polybag dapat berkembang menjadi gerakan bersama, sehingga lahan sempit tetap mampu memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. (Avs)







Hari ini : 418
Kemarin : 1532
Bulan ini : 24957
Tahun ini : 220059
Total kunjungan : 786396