Polres Nganjuk melalui Tim Edukasi Literasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menggelar kegiatan edukasi literasi AI kepada pelajar SMK 2 PGRI Nganjuk, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang masih dalam tahap uji coba (trial) tersebut diikuti sekitar 30 pelajar sebagai langkah awal untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi AI secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap perkembangan teknologi AI sekaligus mendorong para pelajar agar mampu memanfaatkannya sebagai sarana pendukung pembelajaran di era digital. Materi yang diberikan mencakup pengenalan AI, perkembangan teknologi, manfaat serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di bidang pendidikan.
Selain mengenalkan manfaat AI, para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Edukasi turut membahas berbagai potensi penyalahgunaan AI, seperti penyebaran hoaks, manipulasi informasi, pembuatan konten deepfake, hingga modus penipuan daring yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. mengatakan, literasi AI penting dikenalkan sejak bangku sekolah agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami manfaat, risiko, serta etika dalam pemanfaatannya.
“AI dapat menjadi alat bantu belajar yang sangat bermanfaat apabila digunakan secara bijak. Pelajar harus memahami manfaat sekaligus risiko penggunaannya, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan produktif,” ujar Kapolres Nganjuk.
Salah seorang pelajar SMK 2 PGRI Nganjuk mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru dan bermanfaat bagi siswa. “Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa. Zaman sekarang sudah modern dan teknologi terus berkembang, sehingga kita sebagai pelajar harus memahami AI supaya tidak ketinggalan dan bisa memanfaatkannya untuk belajar,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan waktu pembelajaran dan modul AI, kendala jaringan saat praktik, serta waktu kegiatan yang bertepatan dengan jam kepulangan siswa. Testimoni dari pihak guru juga belum sempat dilakukan karena keterbatasan waktu, namun secara umum kegiatan berjalan dengan baik dan menjadi langkah awal Polres Nganjuk dalam mendorong lahirnya generasi muda yang melek teknologi, kreatif, kritis, serta bertanggung jawab dalam menggunakan kecerdasan buatan.(Avs)







Hari ini : 831
Kemarin : 846
Bulan ini : 10255
Tahun ini : 205357
Total kunjungan : 771694