Skip to main content

Memasuki hari kedua kegiatan edukasi “Paham AI”, suasana di SMAN 1 Nganjuk semakin hangat dan akrab. Siswa-siswi mulai aktif berinteraksi, berdiskusi, serta menunjukkan antusiasme dalam memahami perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). (Selasa, 25 Agustus 2026)

 

Tim edukasi menyampaikan bahwa mau tidak mau, generasi muda harus mulai belajar dan setidaknya mampu menggunakan AI secara bijak. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan, mencari informasi, mengembangkan ide, hingga meningkatkan kreativitas.

 

“AI bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi harus dipahami dan digunakan dengan bertanggung jawab,” ujar salah satu anggota tim edukasi. Menurutnya, perkembangan teknologi akan membuat semakin banyak pekerjaan memanfaatkan AI, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting bagi para pelajar.

 

Sejumlah siswa pun memberikan respons positif terhadap materi yang disampaikan. “Ternyata AI bisa membantu tugas dan pekerjaan kita menjadi lebih mudah, tetapi kita juga harus tahu batasannya agar tidak salah digunakan,” ungkap salah seorang siswa SMAN 1 Nganjuk.

 

Tim juga mengingatkan agar kemudahan teknologi tidak disalahgunakan untuk melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Edukasi tentang hukum dan etika penggunaan AI menjadi penting agar para pelajar memahami konsekuensi dari setiap konten maupun informasi yang mereka buat dan sebarkan.

 

Para siswa juga didorong untuk memanfaatkan AI sebagai sarana membuat konten kreatif yang memberikan edukasi positif kepada masyarakat. Misalnya, membuat kampanye tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, tertib berlalu lintas, keselamatan berkendara, pencegahan kenakalan remaja, serta berbagai pesan kamtibmas lainnya.

 

Melalui edukasi ini, diharapkan siswa-siswi SMAN 1 Nganjuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga generasi yang cerdas, kreatif, beretika, dan memahami hukum dalam memanfaatkan teknologi. “Gunakan AI untuk mempermudah pekerjaan, memperluas wawasan, dan menyebarkan kebaikan, bukan untuk melakukan penyalahgunaan,” menjadi pesan yang mengemuka dalam kegiatan hari kedua tersebut. (Avs)

Leave a Reply