Nganjuk – Polres Nganjuk menggelar apel pengamanan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk tahun 2026 yang dilaksanakan di halaman Mapolres Nganjuk dipimpin Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.H., M.B.A.Pengesahan akan dilaksanakan di Desa Pesudukuh, Kecamatan Bagor, Selasa (21/6/2026). Kegiatan ini melibatkan 1.720 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait.
Apel pasukan ini bertujuan untuk menjamin situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama proses pengesahan, serta sebagai bentuk kesiapan semua unsur pengamanan menghadapi dinamika kegiatan yang melibatkan ribuan peserta.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya keberadaan personel yang akan digelar di lokasi pengesahan serta di beberapa titik strategis terutama di perbatasan wilayah Kabupaten Nganjuk dengan kabupaten tetangga.
“Jumlah warga baru yang akan disahkan mencapai 3.300 orang, dengan jumlah rasio 2 banding 1 diharapkan keamanan dan keteriban Kabupaten nganjuk dapat terjaga, lakukan screening terhadap potensi gangguan yang datang dari luar wilayah,” ujarnya.
Sementara itu, ditemui setelah apel, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menekankan pentingnya sinergi dan tanggung jawab semua personel dalam pelaksanaan tugas.
“Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan profesionalisme. Kedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas apabila ditemukan pelanggaran. Bila terjadi gangguan yang membahayakan keselamatan masyarakat atau petugas, gunakan kekuatan secara terukur sesuai undang-undang dan SOP yang berlaku,” tegas Kapolres.
Ribuan personel yang terlibat ditempatkan pada titik-titik strategis, seperti jalur masuk Kabupaten Nganjuk, lokasi pengesahan, serta titik rawan gangguan kamtibmas lainnya. Pengamanan dilakukan secara stasioner, mobile, hingga sistem penyekatan.
Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan, S.H., M.H. menjelaskan bahwa pola pengamanan disiapkan secara berlapis dan terkoordinasi antarinstansi. Setelah apel dimulai, selanjutnya digelar Tactical Floor Game (TFG) guna memastikan seluruh perwira memahami tugas, lokasi penempatan, dan rantai komando.
“Kami telah memetakan titik rawan dan mengatur personel sesuai dengan tingkat kerawanan wilayah. Didukung penuh oleh TNI, Brimob, Satpol PP, Dishub, Damkar, Dinkes, RS Bhayangkara, serta PAMTER dari PSHT sendiri. Melalui TFG, seluruh perwira pengendali telah dibekali dengan skenario taktis lapangan,” jelas Kompol Didid.
Keberadaan Pengamanan Terate (PAMTER) turut membantu pengamanan internal, terutama dalam pengaturan peserta, area parkir, serta pengawalan jalur masuk ke lokasi pengesahan.
Sebagai bentuk deteksi dini, personel intelijen dan tim komunikasi lapangan juga diturunkan untuk memastikan informasi tersampaikan dengan cepat, dan mencegah potensi provokasi yang meresahkan masyarakat.
“Kolaborasi dan komunikasi menjadi kunci keberhasilan. Kami imbau seluruh elemen masyarakat dan peserta pengesahan turut menjaga ketertiban,” tambah Kompol Didid.
Polres Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap tahapan pengesahan hingga tuntas, demi menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Nganjuk.
(acha)







Hari ini : 163
Kemarin : 471
Bulan ini : 11976
Tahun ini : 171939
Total kunjungan : 738276